[Indymedia-jakarta] Kronologis Pembantaian di Tanak Awu NTB dan alamat penting
chaos rules
malamkomunitas at gmail.com
Wed Sep 21 02:01:03 PDT 2005
---------- Forwarded message ----------
From: mataharikusatu <mataharikusatu at yahoo.com>
Date: Sep 20, 2005 4:08 PM
Kronologis Pembantaian di Tanak Awu NTB berdasarkan rilis pers
FSPIdan dan beberapa fax. untuk surat protes anda.
Presiden 021-3442223
DPR 021-5715637
Komnas HAM 021-3925227
Kapolri 021-7229753
Polda NTB 0370622305
Polres Lombok Tengah 0370653389
SMS SBY 0811109949
salam
andreas iswinarto
--- In kebunpetani at yahoogroups.com, "fspi" <petani at i...> wrote:
No : 053/K/SJ/09/2005
Lampiran : -
Perihal : Surat Protes
Kepada Yth
Bpk Kepala Kepolisian Republik Indonesia
Di Jakarta
Hal: SURAT PROTES
Dengan Hormat,
Kami- Federasi Serikat Petani Indonesia merupakan suatu organisasi
perjuangan petani yang sangat peduli dengan kesejahteraan petani dan
perlindungan hak-hak asasi petani dan mengingat tanggal 24 September
adalah Hari Tani Nasional, maka FSPI merancang serangkaian kegiatan
Hari Tani pada tanggal 14-21 September 2005 dengan lokasi di
Denpasar, Bali dan Mataram, Nusa Tenggara Barat. Adapun rangkaian
kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
I. Hari/Tanggal : 13 – 17 September 2005
Tempat : Wisma Wisata Werdha Pura
Jln. Danau Tamblingan
Denpasar, Bali Tlp: 0361-288171
Fax: 0361-286730
Acara/peserta : Workshop pertanian berkelanjutan,
perdagangan dan pangan,
Jumlah peserta 30
orang dari anggota FSPI dan La via Campesina
II. Hari/Tanggal : 18 – 21 September 2005
Tempat : Balai Pelatihan Kesehatan
(Bapelkes Mataram)
Jln. Prabu Rangkasari Dasan
Cermen Cakranegara Mataram, NTB
Acara/peserta : Diskusi peneliti pedesaan dari Land
Research Action Network dan
simposium mengenai
pembaruan agraria berbagai negara,
peserta 100 orang dari
undangan dan anggota FSPI-LRAN-La Via campesina
III. Hari/Tanggal : 18 September 2005
Tempat : Desa Tanak Awu, Penujak,
Lombok Tengah
Acara/peserta : Rapat Umum Petani, Jumlah Peserta
5.000 petani dari anggota
Serikat Petani NTB
(Serta-NTB) dan undangan.
IV. Hari/Tanggal : 19 September 2005
Tempat : Sembalun, lombok Timur
dan Kute, Lombok Tengah
Acara/peserta : berbagi pengalaman sesama petani
dalam teknologi pertanian
Jumlah Peserta 100
orang
Oleh karena itu dengan maksud baik, maka FSPI mengajukan izin
kegiatan kepada Kepolisian Republik Indonesia pada tanggal 9
September. Atas permohonan itu, pihak Kepolisian Republik Indonesia
selanjutnya mengeluarkan izin penyelenggaraan kegiatan pada tanggal
12 September 2005 dengan nomor surat No. Pol.:
SI/YANMIN/785/IX/2005/BAINTELKAM. Berdasarkan surat izin tersebut,
maka persiapan kegiatan pun berjalan berikut dengan termobilisasinya
massa untuk menghadiri undangan sesuai dengan yang sudah
diagendakan. Sampai pada tanggal 17 September 2005, agenda yang sudah
dilakukan adalah kegiatan FSPI di Denpasar.
Namun pada tanggal 17 September 2005 tiba-tiba keluar surat
kepolisian dengan nomor B/425/IX/2005/Baintelkam yang MENCABUT surat
izin kegiatan untuk FSPI tersebut dengan alasan sebagaimana bahwa :
POLDA NTB MINTA KEGIATAN TERSEBUT DIBATALKAN DAN ATAU DITUNDA DULU
KARENA SITUASI DI WILAYAH TERSEBUT KURANG KONDUSIF.
Sehingga dengan dicabutnya izin surat tersebut, FSPI dimohon untuk
dengan suka rela menghentikan/membatalkan serangkaian kegiatan
simposium, kunjungan dan rapat . Surat asli tersebut kami terima
tanggal 17 September 2005 jam 20.00 wib di kantor sekretariat FSPI di
Mampang Prapatan XIV/5 Jakarta Selatan dan selanjutnya kami teruskan
ke Panitia di Mataram..
Mengingat pada saat itu para undangan di Mataram sudah terkumpul
menjelang acara kegiatan rapat umum tanggal 18 September 2005, maka
FSPI tidak mungkin untuk membatalkan kegiatan rapat umum yang
sebelumnya sudah mendapat izin pihak kepolisian dan sebelumnya sudah
mendapat izin. Dan tibalah pada hari tersebut – tanggal 18 September
2005, seluruh undangan rapat umum menuju ke lokasi rapat umum di
Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah – yang merupakan
lokasi dimana akan dibangun Bandara Internasional di Nusa Tenggara
Barat. Namun, sejak sekitar Jam 09.00 Wita tgl 18 Sept 2005,
Polisi sudah melakukan penghadangan dan pembubaran secara paksa atas
pelaksanaan kegiatan tersebut dan sampai sekarang ini – Jam 13.30
Wita, mereka sudah masuk kekampung-kampung di desa Tanak Awu untuk
melakukan oprasi lebih lanjut.
Akibat aksi penghadangan dan pembubaran paksa tersebut, sekarang ini –
jam 13.00 WIB tercatat sedikitnya 35 orang tertembak dan 27
diantaranya tertembak dengan peluru panas. Dari 35 korban sampai
sekarang ini masih sekitar 8 orang korban belum dapat
dibawa ke Rumah
Sakit karena pihak kepolisian masih menutup akses terhadap lokasi
kejadian. Selain itu, 3 orang petani telah ditangkap. Angka-angka
jumlah korban ini – baik yang tertangkap maupun yang tertembak--
sangat potensial bertambah kerana sampai laporan ini dibuat pihak
aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap petani sampai
ke kampung-kampung.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka dengan ini kami – Federasi
Serikat Petani Indonesia (FSPI) sebagai payung organisasi perjuangan
kaum tani di tingkat nasional dari Serikat Petani NTB-- mengajukan
PROTES KERAS terhadap sikap POLRI yyang mencabut izin pelaksanaan
kegiatan secara mendadak dan melakukan pembubaran paksa yang telah
mengakibatkan jatuh korban kepada pihak petani.
Atas dasar itu kami menuntut kepada Kapolri untuk segera :
1.. Memerintahkan Kapolda NTB untuk segera menarik pasukannya
2.. Bertanggungjawab secara penuh atas kejadian ini.
3.. Melakukan evakuasi korban luka-luka agar mendapatkan perawatan
medis yang memadai demi kemanusiaan.
4.. Membebaskan semua petani yang di tangkap
5.. Mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan Hari Tani Nasional ini
sampai selesai tanpa ada penggunaan senjata dan kekerasan.
Demikian surat ini kami sampaikan, semoga pihak yang terkait dapat
memperhatikan dan menjalankan amanat yang kami sampaikan ini.
Jakarta, 18 September 2005
Badan Pelaksana Federasi (BPF)
Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI)
Henry Saragih
Sekretaris Jenderal
Tembusan;
1.. Presiden RI
2.. DPR RI
3.. Komnas HAM
4.. Gubernur Nusa Tenggara Barat
5.. Bupati Kabupaten Lombok Tengah
6.. Pers (Harian Kompas, Republika, Media Indonesia, The Jakarta
Post, Bisnis Indonesia, RCTI, SCTV, TPI, Metro TV, Trans TV, Lativi,
Antv, Indosiar dll )
**********************************************************************
**********************************************************************
******************************************************
Kronologis Penembakan Petani oleh Polisi di Acara Rapat Umum Petani,
Tanak Awu: Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (hingga pukul 12:30)
Jam 9 pagi, 4 truk dari aparat kepolisian menuju lokasi
Selang sekitar 15 menit ditambah 10 truk dengan ditambah satuan brimob
Aparat mendesak untuk membubarkan acara,
Massa meminta negosiasi 20 menit untuk membacakan pernyataan sikap
Sebelum selesai 20 menit, hitungan mundur dilakukan oleh aparat:
hingga hitungan ketiga, aparat langsung merusak panggung, taring
Massa mundur langsung ke dalam kampong sepanjang 4 km
Seiring didesak mundur, polisi menembak ke atas, dan selanjutnya
diiringi tembakan ke arah maassa yang lari ke dalam kampong
Korban penembakan:
Massa yang tertembak secara keseluruhan ada 27 orang dengan peluru
karet dan timah panas, 8 orang disiksa: diinjak di lokasi, dan dari
total 35 orang baru 25 orang yang bisa dievakuasi di rumah sakit umum
di Mataram, dan satu dari mereka adalah anak-anak. Sisa dari
seluruhnya masih belum dapat diidentifikasi maupun dievakuasi.
Korban lain:
Korban yang ditahan oleh polisi antara lain Haji Iskandar, dan Ina
Sakrina.
--- End forwarded message ---
________________________________
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "ForumSosialIndonesia" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
ForumSosialIndonesia-unsubscribe at yahoogroups.com
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
To unsubscribe from this group, send an email to:
ForumSosialIndonesia-unsubscribe at yahoogroups.com
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
________________________________
More information about the imc-jakarta
mailing list