[Indymedia-jakarta] [ARTICLES] KEJAHATAN BERSELUBUNG PERDAMAIAN ( II )
LEONOWENS SP
leonowens_sp at yahoo.com
Mon Oct 9 09:35:15 PDT 2006
KEJAHATAN BERSELUBUNG PERDAMAIAN ( II )
Inilah karakter pemerintah di republik ini, terlalu munafik tanpa pernah berkaca kepada dirinya sendiri. Bahwasannya apa yang telah diperbuat oleh mereka (pemerintah) kepada rakyatnya, tak jauh berbeda kualitasnya dengan negara-negara yang dilanda konflik internal lainnya. Dalam arti disini, peran pemerintah yang tidak pernah beres kepada urusan di dalam negerinya sendiri. Bagaimana dengan kinerja BRR Aceh dalam pembangunan di Aceh pasca Tsunami lalu? Sampai hari ini sangat berantakan, dan rentan dengan praktik-praktik korupsi untuk proyek pembangunan tersebut.
Seperti ambisiusnya pemerintah untuk mengirim pasukannya sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, tergabung dengan UNIFIL. Kesempatan ini dimanfaatkan sebagai momen untuk membeli panzer dari Perancis. Inilah karakteristik pemerintah di negara ini, ingin gagah-gagahan di luar negeri, tetapi di dalam negerinya harus mengeksploitasi dana anggaran negara. Bahkan hal itu selalu dijadikan sebagai ajang komoditas isu antar elit, dan terutama untuk melobi lembaga-lembaga donor untuk bantuan dana (hutang) baru. Suatu praksis ambigu pemerintah selalu mendapatkan perannya dalam hubungan antara negara terhadap masyarakatnya.
Jika kita hendak berbicara tentang peran demokrasi yang selalu didengungkan oleh pemerintah dalam hampir rata-rata setiap pidatonya, maka suatu pertanyaan hendak dilontarkan balik kepada pemerintah: apakah demokrasi yang dipraksiskan saat ini merupakan demokrasi bagi pemenuhan tuntutan masyarakat?. Tentu tidak. Tetapi pemerintah selalu menggelindingkan isu demokrasi sebagai alat untuk mencapai suatu prestise di mata negara-negara luar, terutama kaum imperium global. Maka ketidakjujuran pemerintah bahwasannya demokrasi saat ini adalah demokrasi-nya kaum berduit, sudah sering diungkapkan secara telanjang oleh kelompok oposisi pemerintahan. Demokrasi macam apa yang diberikan oleh pemerintah untuk suatu kemaslahatan masyarakat di Aceh sana, dan terhadap masyarakatnya di seluruh Indonesia?
Pemerintahan psikopat kali ini berupaya unjuk gigi dalam praksis-praksis solidaritas global, tetapi dengan cara melupakan realitas kejahatan sistemik di dalam negerinya sendiri. Seperti kasus pembunuhan Munir, dengan keputusan vonis cuma dua tahun penjara saja untuk Pollycarpus Budihari Priyanto oleh Mahkamah Agung. Sedangkan aktor-aktor konspiratif lainnya, semua tidak tersentuh sama sekali. Bahkan tidak ada niat baik pemerintah untuk hal ini, selain reaksi-reaksi lip service belaka. Inilah republik mafia, ketika suatu roda politik harus digerakkan oleh elit-elit yang berkarakter mafia struktural.
Jadi kalau sekarang ini presiden, wakil presiden, dan Kapolri langsung memberikan over-reaksi dan langsung berkoar-koar tentang penegakan hukum nyata dalam kasus pembunuhan Munir. Pertanyaannya lagi adalah: apa yang dikerjakan mereka selama ini dalam kasus tersebut?. Dan seorang Kapolri itu seharusnya konsisten untuk bekerja lebih bertanggung jawab sebagai aparat penegak hukum. Bukan hanya ber-klise politis di media untuk menghilangkan (mata rantai) suatu praktik konspiratif dalam pembunuhan tersebut. Bukankah mereka telah membenarkan suatu praksis konspirasi pembunuhan dengan suatu konspirasi baru untuk menutupi konspirasi sebelumnya???
Jadi, suatu perbuatan baik pemerintah yang terlalu ditonjolkan sedemikian bombastis, apalagi sampai seorang presidennya sebagai calon peraih Penghargaan Nobel, sudah patut dipertimbangkan ketidak-layakannya. Karena, Indonesia belum lepas terbebas dari budaya kemunafikan yang sedemikian mengakar, sehingga setiap tindak kejahatan struktural sering dianggap sebagai suatu kewajiban pemerintah untuk menjaga eksistensi negaranya. Dan untuk bapak presiden Republik Indonesia, agar kembali berpikir secara lebih konsisten, apakah layak dicalonkan sebagai calon peraih Penghargaan Nobel? Jika merasa kurang layak, maka lebih baik mengundurkan diri secara lebih bijak dari pencalonan tersebut.***
Oktober 2006, Leonowens SP
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail.
-------------- next part --------------
An HTML attachment was scrubbed...
URL: https://lists.indymedia.org/mailman/private/imc-jakarta/attachments/20061009/0e2ca66b/attachment.htm
More information about the imc-jakarta
mailing list