[Indymedia-jakarta] [ESSAY] CATATAN KRITIS PRAKSIS GEREJA DUNIA ( I )
LEONOWENS SP
leonowens_sp at yahoo.com
Sun Sep 17 09:53:47 PDT 2006
CATATAN KRITIS PRAKSIS GEREJA DUNIA, Bagian Pertama
Bahkan ketika peran dan praksis gereja bukan lagi ditujukan kepada praksis pembebasan pada dimensi dunia, tetapi ketika gereja turut melegitimasi apa yang dilakukan berdasar konsep dan rasio struktur kekuasaan, hadir dalam tampilan yang hipokrit secara sistemik
Berbagai paparan visual yang tampil dengan mengusung keragaman ekspansi proses pembenaran oleh gereja, dengan memanfaatkan nilai-nilai keilahian secara absurd, kontras, fundamental, dan terkadang over-fanatis, merupakan bagian dari praksis ambiguitas peran gereja masa kini. Bahkan secara rentang historis pada relasi global, ketika gereja itu sendiri semakin tersubordinasi secara sadar oleh rekayasa tokoh simbolik, suatu kefanatisan diskriminatif, kontra ideologis, aksi intelijen, peran globalisasi, hegemonitas negara-negara imperium global, pelacuran struktural bersama dengan kekuasaan represif di negara-negara dunia ketiga, melegitimasi konsep miskonstruksi pada praksis invasi dan peperangan untuk perluasan ideologi liberalisme pasar, dan bermacam praksis yang melegitimasi suatu distorsi dan prinsip despotik gereja.
Bahkan ketika peran dan praksis gereja bukan lagi ditujukan kepada praksis pembebasan pada dimensi dunia, tetapi ketika gereja turut melegitimasi apa yang dilakukan berdasar konsep dan rasio struktur kekuasaan, hadir dalam tampilan yang hipokrit secara sistemik. Bahkan para tokoh dan agamawan gereja selalu berlomba-lomba dalam pendekatannya dengan penentu kebijakan di suatu negara, tetapi terlalu sering untuk malu-malu dengan memisahkan konsep keduniawian dan konsep keilahian. Bahkan ketika gereja sendiri turut dalam praksis politik yang terlalu memihak kepada unsur dominan dalam penguasaan ketimbang masyarakat yang rentan dalam praksis kehidupannya dari kemiskinan, kelaparan, eksploitasi, penindasan, penderitaan struktural, jurang rasisme, peperangan perluasan hegemonitas, efek globalisasi dan modernitas, dan imperium kapitalisme global.
Selama ini gereja hanya mampu mengeluarkan berbagai pernyataan, himbauan, bahkan berbagai ungkapan hiperbolik tanpa praksis signifikan kepada kemanusiaan dan relasinya bagi praksis pembebasan. Praksis-praksis rutin yang atraktif dengan bantuan-bantuan pada prgram bencana alam dan kemanusiaan semata, semacam kredo ekspansif untuk melengkapi suatu kekurangan esensi antara keimanan dan praksis dari keimanan, hipokrisitas yang telah mengakar dan ditanamkan lebih dari seribu lima ratus tahun secara bergeneratif. Berbagai praksis yang hanya sekedar melengkapi suatu formalitas keagamaan sehingga nilai-nilai tradisi lebih diutamakan ketimbang pembangunan nilai-nilai praksis keimanan, bahkan ketika gereja itu sendiri semakin terjebak pada pelembagaan suatu konsep keimanan dengan mengebiri nilai-nilai keilahian kepada gerak pembebasan.
Ini bukan suatu proses generalisasi terhadap praksis gereja di dunia, merupakan paparan realitas tentang akar kemunafikan yang selalu diperankan oleh gereja, terutama gereja besar yang mendominasi dinamika kehidupan dunia. Dan ternyata ketika gereja itu sendiri semakin melengkapi kekacauan suatu realita berpikir, dengan kesadaran formalitas dan kaku telah melakukan sinergisitas transparan dengan struktur yang mendominasi masyarakat di tiap-tiap negara yang selalu mengalami krisis sosial sistemik. Berbagai latar praksis pembenaran dengan suatu tafsiran ambigu dan terkadang sepihak berdasar pengutipan ayat-ayat Alkitab, mengacaukan doktrin terhadap realita peristiwa kemanusiaan yang kompleks. (Bersambung)
September 2006, Leonowens SP
---------------------------------
Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small Business.
-------------- next part --------------
An HTML attachment was scrubbed...
URL: https://lists.indymedia.org/mailman/private/imc-jakarta/attachments/20060917/b5b40d32/attachment.htm
More information about the imc-jakarta
mailing list